Dalam drama ini, saya Kimberly Alice Tanaya, walaupun tidak banyak tampil di depan panggung dan lebih sering berada di balik layar, saya tetap bersyukur dan bertanggung jawab atas setiap tugas yang dipercayakan kepada saya. Saya diberi kesempatan untuk mengambil berbagai peran, yaitu sebagai scriptwriter, tim publikasi, MUA, malaikat, bahkan sebagai istri nelayan meskipun hanya sebagai peran tambahan. Dengan berbagai peran yang diberikan, saya sangat senang dan dapat bekerja bersama teman-teman.

Sebagai salah satu anggota scriptwriter, saya sering mengalami kesulitan dalam proses brainstorming. Tidak mudah untuk mencari ide, menyusun alur yang menarik, serta merealisasikan cerita agar sesuai dengan tema dan pesan yang ingin disampaikan. Ada kalanya saya merasa buntu dan kehabisan inspirasi. Namun, melalui diskusi, revisi, dan kerja sama dengan teman-teman, saya belajar bahwa ide yang baik sering kali lahir dari proses yang panjang
Dalam sie publikasi, tantangan yang saya hadapi tidak kalah besar. Mendesain poster, membuat video promosi, serta menyesuaikan konsep desain dengan selera banyak orang membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Terkadang hasil desain yang sudah dibuat harus direvisi karena kurang sesuai. Saya juga harus pintar membagi waktu antara publikasi dan tanggung jawab lainnya. Walaupun melelahkan, pengalaman ini mengajarkan saya tentang konsistensi, tanggung jawab, dan pentingnya komunikasi dalam tim agar hasil yang dibe
rikan bisa maksimal.

Sebagai MUA, saya juga mengalami banyak keluh kesah. Tantangan terbesar kami adalah karena trial make up baru dilakukan H-1 gladi bersih, dan hasilnya masih kurang memuaskan. Namun, pada hari H, kami berusaha semaksimal mungkin. Dengan persiapan yang singkat, kami saling membantu dan fokus memperbaiki detail-detail kecil. Puji Tuhan, hasil akhir pada hari pertunjukan terasa jauh lebih memuaskan dan sesuai dengan karakter yang diperankan para aktor.
Selain itu, saya juga memerankan malaikat yang menjadi simbol penolong bagi Romo Lugano dalam adegan penyelamatan di tengah badai. Dalam memerankan malaikat, saya harus tampil anggun dan berjalan mengikuti tempo lagu agar sesuai dengan beat. Saya sering merasa nervous dan takut tidak dapat menampilkan sosok malaikat dengan baik. Namun, saya terus berlatih, mereview video latihan, dan memperbaiki kesalahan sedikit demi sedikit hingga akhirnya dapat tampil dengan lebih percaya diri. Tidak hanya itu, saya juga berperan sebagai istri nelayan, meskipun hanya sebagai pemeran tambahan.

Di luar semua peran tersebut, saya juga ikut membantu tim properti dalam pembuatan kapal. Selain membantu menyusun dan membuat kapal, saya juga membantu dalam mengecat agar properti dapat selesai tepat waktu dan siap digunakan saat latihan maupun pertunjukan.
Melalui semua pengalaman ini, saya belajar bahwa melayani tidak selalu harus berada di pusat perhatian. Justru melalui kerja di balik layar, peran-peran kecil, revisi yang berkali-kali, serta rasa lelah yang tidak terlihat, saya belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan ketekunan. Pada akhirnya, saya menyadari bahwa kerja keras, doa, dan usaha yang dilakukan dengan sepenuh hati benar-benar membuahkan hasil yang indah dan memuaskan.

No responses yet