Dokumentasi Uprak_XII A1_R. Lanova C._33_Sie Musik dan Aktor

Second Main Character: Uprak 2026

Dalam Uprak ini, saya berperan sebagai salah satu anggota Sie Musik. Saya bertugas untuk mencari musik dan sound effects yang cocok untuk menunjang pembangunan dan mempertahankan suasana yang diinginkan pada suatu scene. Musik adalah salah satu bidang favorit saya dalam segala hal, terutama bernyanyi. Karena drama kami berpusat pada musik dan nyanyian, saya merasa bahwa saya sudah bisa mengeluarkan seluruh kemampuan saya dalam mengerjakan tugas saya. Selain mencari dan mengumpulkan musik serta sound effects, saya juga bertugas untuk bernyanyi dalam beberapa scene di dalam uprak. Selain itu, saya juga memiliki tanggung jawab untuk melatih Louis Hindrata, pemeran posisi main character (Romo Francesco Lugano) dalam bernyanyi karena pengalaman bernyanyi Louis yang kurang. Saya dan teman-teman sie musik saya mengalami kesulitan dalam mencari lagu dan sound effects yang cocok karena script uprak saat itu yang masih berubah-ubah. Dalam melatih Louis, saya dan beberapa teman choir saya juga mengalami kesulitan karena Louis tidak pernah diajarkan dasar-dasar menyanyi dengan benar. Namun setelah beberapa bulan, Louis mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan bernyanyinya.

 

Selain menjadi anggota Sie Musik, saya juga mendapat peran second “main” character, yaitu sebagai ayah. Dalam drama, saya adalah nelayan miskin dengan istri saya (Kaycee Alexis) dan anak (Jefferson Chandra). Saya adalah warga yang bersikap tidak ramah terhadap kedatangan Romo Francesco Lugano, atau yang orang-orang sekitar kenal dengan sebutan “wong Londo”. Pada awal, saya merasa kesulitan untuk mengekspresikan kemarahan dan kebencian karena saya bukan orang yang ekspresif. Tetapi setelah perubahan sedikit pada dialog saya dan gerakan tangan dan tubuh, saya berhasil menyampaikan kemarahan saya dengan jelas. Di scene 5, terdapat beberapa siswa yang berpakaian warna biru gelap dan saya untuk melambangkan bapak yang sedang tenggelam. Awalnya saya kesulitan untuk mengikuti gerakan-gerakan tersebut karena rasa malu dan memang stamina dan badan saya yang kurang memadai. Tetapi setelah latihan berbulan-bulan, saya bisa menghafal dan menghayati gerakan-gerakan tersebut seolah-olah saya memang dihempas ombak di tengah laut lepas.

Pada akhirnya, uprak kita berjalan dengan lancar. Terdapat sedikit kesalahan disini dan disana, tetapi itu wajar. Namanya manusia tidak akan pernah terlepas dari kesalahan. Justru cara seseorang menggunakan kesalahan tersebut yang membedakan orang sukses dan orang yang belum sukses.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Latest Comments