Dokumentasi UPRAK Jefferson_XII-A1_13_PerkapAktor

Terima Kasih Teman-Teman, Sudah Selesai!

Memerankan anak dari Francesco Lugano bukan sekadar tampil di atas panggung dan menghafal dialog. Buat saya, ini tentang berdiri di tengah badai yang bukan saya ciptakan, tapi harus saya hadapi. Sebagai anaknya, saya merasakan konflik antara rasa hormat dan kekecewaan, antara kebanggaan dan luka. Ada momen di mana saya harus menahan emosi, ada juga saat saya harus meledak tanpa kehilangan kendali. Tantangan terbesarnya bukan pada teknis akting, tapi pada bagaimana saya membuat penonton percaya bahwa hubungan itu nyata; bahwa ada sejarah, ada cinta, dan ada jarak yang tumbuh diam-diam di antara kami, apalagi dengan waktu yang sedikit sekali (20 menit).

Lewat peran ini, saya belajar bahwa menjadi “anak” bukan berarti lemah atau sekadar bayangan dari sosok yang lebih besar. Justru di situlah kekuatannya. Karakter saya bukan pusat badai, tapi sayalah yang merasakan dampaknya paling dalam. Saya harus menunjukkan keberanian untuk bersuara, sekaligus kerentanan yang jujur. Dan di situlah saya merasa berkembang sebagai pribadi yang belajar memahami konflik, ego, dan harga diri dari sudut pandang yang lebih dewasa.

Uprak ini bagi saya sendiri bukan cuma soal tampil dan selesai. Ini soal bagaimana saya membawa emosi itu turun dari panggung dan menyadari bahwa setiap hubungan orang tua dan anak punya kompleksitasnya sendiri. Peran ini mengajarkan saya bahwa suara yang selama ini berada “di bawah badai” tetap punya kekuatan untuk terdengar.

Latihan KOREOOOO

Scarecrow Pantai ()_()

Anomali Koor Musik Vol. 1

Muka Melas, Tidur Pulas, Jadwal Pulang Tidak Jelas!

Menjadi bagian dari perkap dalam uprak ini membuat saya sadar bahwa panggung yang megah tidak pernah berdiri sendiri. Di balik setiap adegan yang terlihat dramatis, ada detail-detail yang harus dipikirkan dengan serius. Saya ikut bertanggung jawab atas properti seperti bush, kapal kardus, sampai kapal besar yang menjadi elemen penting di scene puncak akhir.

Proses menyiapkan bush mengajarkan saya soal ketelitian visual, bagaimana sesuatu yang terlihat sederhana tetap harus kokoh dan enak dilihat dari sudut mana pun. Kapal kardus mungkin terlihat ringan dan biasa, tetapi justru di situlah tantangannya: Membuatnya tampak meyakinkan di atas panggung. Sedangkan kapal besar benar-benar menguji koordinasi dan kerja tim, karena ukurannya, perpindahannya, dan perannya dalam adegan harus presisi. Tidak boleh ada kesalahan timing.

Dari situ saya belajar bahwa perkap bukan hanya soal mengangkat barang tetapi juga tentang membangun ilusi yang membuat penonton percaya. Jika kapal itu goyah atau bush terlihat asal, penonton akan keluar fokus karena hal aneh tersebut. Namun jika semuanya solid, baik, dan rapi, cerita terasa hidup, dan di situlah saya merasa bangga karena meskipun saya tidak selalu berdiri di bawah sorotan lampu, saya ikut membangun panggung yang membuat cerita itu bisa berdiri dengan kuat.

Uprak ini mengajarkan saya bahwa peran di belakang layar tetap memiliki dampak besar. Bush, kapal kardus, dan kapal besar mungkin hanya benda, tetapi lewat kerja keras dan koordinasi, semuanya berubah menjadi bagian dari emosi cerita.

Sedia Kapal Sebelum Hujan~

Semak Untukku Sembunyi Darimu…

Percobaan Pertama, Gong or Zonk?!

KAPAL BESAR!!

Anomali Koor Musik Vol. 2

Pada akhirnya, saya bersyukur bisa merasakan dua sisi sekaligus, berdiri di atas panggung sebagai anak Francesco Lugano dan bekerja di belakang layar sebagai perkap. Dua peran ini memberi saya perspektif yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Di satu sisi, saya belajar menghidupkan emosi dan menyampaikan makna melalui karakter. Di sisi lain, saya belajar tentang tanggung jawab, ketelitian, dan kerja tim yang tidak selalu terlihat.

Pengalaman ini membuat saya lebih menghargai setiap proses dalam sebuah pertunjukan. Saya tidak hanya memahami bagaimana rasanya tampil, tetapi juga bagaimana rasanya membangun panggung itu sendiri. Karena itu, saya benar-benar bersyukur, sebab uprak ini bukan hanya tentang drama yang dipentaskan, tetapi juga tentang pelajaran dan kenangan bersama teman yang akan saya bawa jauh setelah tirai ditutup.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Latest Comments