
Hening di Antara Adegan: Cerita Seorang Wakil Sutradara
Dalam proyek Uprak ini, saya mendapat mandat dan kepercayaan sebagai wakil sutradara dengan Satrio sebagai sutradara. Lebih dari itu, saya juga dibantu oleh Steven sebagai koordinator utama Uprak XII-A1. Tidak dapat dipungkiri, peran kami berbeda namun saling melengkapi. Saya lebih berfokus kepada musik dan skrip; dua aspek yang mungkin tidak terlalu terlihat di depan, tetapi menurut saya pribadi sangat menentukan rasa keseluruhan pertunjukan. Satrio lebih berfokus pada lighting dan dekorasi, serta Steven yang fokus pada tarian dan properti.
Pada foto di atas, saya terlihat sedang mengoperasikan laptop. Di momen itu, saya sedang membantu sie musik untuk mencari beberapa lagu transisi antar scene sehingga tidak flat atau monoton. Bagi saya, transisi bukan sekadar jeda, melainkan jembatan emosi. Jika salah memilih lagu, suasana bisa runtuh namun jika pemilihan lagu tepat, penonton bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang berpindah adegan.
Kendala terbesar yang saya alami pada saat itu adalah ketika saya perlu mencari lagu transisi dengan nada dasar yang sama di lagu scene, tempo yang tidak boleh bertabrakan, serta dinamika yang tetap menyatu dengan alur cerita. Seringkali lagu transisi tersebut terdengar bagus saat dimainkan sendiri, tetapi terasa aneh ketika ditempatkan diantara dua adegan yang berbeda. Hal ini cukup menguras waktu dan tenaga saya, bahkan hingga menimbulkan keraguan terhadap pilihan saya sendiri.
Untuk mengatasinya, saya melakukan beberapa tahapan penyelesaian. Pertama, saya aktif berdiskusi dengan teman-teman dari sie musik. Kedua, saya mencoba langsung lagu transisi tersebut dengan para aktor saat latihan, dan selalu menyiapkan lagu cadangan apabila lagu transisi awal dirasa kurang cocok atau nanggung dengan suasana yang ingin dibentuk. Saya belajar bahwa dalam membangun drama yang utuh, fleksibilitas lebih penting daripada idealisme. Terkadang bukan soal lagu yang terbaik, tetapi lagu yang menyentuh hati penonton awam dan menjaga kesinambungan emosi cerita tanpa terlihat dipaksakan.
No responses yet