DOKUMENTASI UPRAK DRAMA – Kaycee Alexis

Dalam awal proses uprak umum tahun 2026 ini, kami dibagi untuk bertugas di beberapa sie agar dapat menjalankan uprak drama dengan baik. Secara pribadi, saya banyak bergerak sebagai penata musik, script writer, dan pemeran tokoh drama (actor). Sebelum segala proses penataan uprak diawali, sudah terdapat script kasar yang digunakan sebagai seleksi actor untuk drama kelas kami. Pada bagian ini, setiap orang dari kelas kami melakukan script reading yang ditonton oleh para director agar dapat mencari pemeran yang cocok untuk drama yang akan ditampilakan. Setelah adanya seleksi singkat, pembagian pemeran langsung dibagikan dan persiapan uprak dilaksanakan secara lebih mendalam. Kelas kami kemudian memutuskan untuk menampilkan drama ini dengan jenis semi drama musikal. Dengan demikian, penata musik harus mencari lagu yang cocok untuk ditampilkan dalam drama. Tidak hanya mencari lagu untuk dinyanyikan, saya juga banyak membantu mencari backsound agar dapat mendukung suasana drama, dan menulis ulang lirik-lirik lagu yang hendak digunakan dalam drama kami. Karena drama yang ditampilkan berupa musikal, tokoh utama kami (Louis) memerlukan pelatihan vokal. Sebagai anggota padus di sekolah, saya berusaha untuk membantu Louis agar dapat menyanyi dengan teknik yang baik dan menghasilkan produksi suara yang mampu membawa suasana selama drama. Louis secara rutin dilatih suaranya, dibantu dengan anak-anak choir lainnya di kelas kami. Seiring berjalannya waktu, suara Louis semakin membaik dengan bantuan para teman-teman padus di kelas agar dapat memantau dan memberi masukan secara lebih dalam. Setelah itu, kami berkonsultasi tentang lagu yang digunakan dan lirik yang diubah, lirik lagu yang awalnya sudah dibuat ternyata tidak boleh diubah sehingga kami mengubah kembali ke lirik awal dan kembali mencari lagu yang kiranya memiliki makna yang lebih cocok untuk drama kami. Saat terdapat jadwal latihan, para pemeran juga banyak melakukan script reading. Dalam script reading, setiap orang diperbolehkan untuk memberi kritik atau saran dalam memperbaiki naskah drama. Sebagai pemeran, saya memberi masukan mengenai apa yang kiranya bisa menjadi lebih cocok untuk dijadikan dialog selama memerankan tokoh saya. Setelah beberapa kali adanya revisi script, konsultasi, dan riset secara lebih dalam, kami melaksanakan kembali rapat script writer. Rapat yang sebelumnya dilakukan secara online sekarang dilakukan secara offline. Rapat script ini berjalan beberapa kali. Pada beberapa rapat awal, banyak bagian script yang dirombak dan direvisi. Kami melakukan banyak brainstorming dan mencoba melakukan adegan bersama dengan para script writer agar dapat membayangkan dan memastikan hasil dari adegan yang direncanakan dapat memberikan hasil yang terbaik. Script writing bukanlah suatu hal yang mudah, banyak rapat dilaksanakan untuk menyelesaikan berbagai adegan, biasanya dari sore hari hingga malam hari. Akhirnya, script yang dihasilkan sudah cukup baik untuk dieksekusi. Dari titik ini, pelatihan drama mulai lebih intens. Banyak adegan yang diperdalam, ada juga beberapa revisi backsound agar dapat lebih cocok dengan suasana adegan yang diinginkan. Selain itu, terdapat juga koreografi yang harus dilatih bersama-sama. Latihan koreografi cukup memakan waktu yang lama karena harus memastikan bahwa semua pemeran kompak dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tidak hanya berhenti di situ, masih terdapat revisi script secara minor untuk menyempurnakan drama kelas kami. Menjelang akhir uprak, terdapat revisi lagu untuk penutup agar membangun suasana yang lebih rancak dan megah. Hal ini mendorong saya untuk mengoordinasi teman-teman dalam menyanyi bersama. Saya harus membagi pecah suara bersama dengan para sutradara, memastikan pemeran utama (Louis) menyanyi dengan baik dan dengan teknik yang benar hingga akhirnya pada hari H dapat memberikan hasil yang memuaskan. Walaupun melelahkan, saya sangat senang selama proses uprak drama ini berlangsung. Saya menyadari bahwa dengan adanya uprak umum ini, pertemanan kelas kami menjadi lebih erat. Kami menjadi lebih solid dan lebih mengenal satu sama lain. Banyak kesulitan dan keseruan yang dialami berama. Uprak drama ini menjadi suatu kenangan yang sangat menyenangkan dalam masa SMA ini.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Latest Comments