Lebih dari Sekadar Masak : Kisah Tim Kuliner di Balik Turnamen Mahjong
Suasana di area Pocin SMA Katolik St. Louis 1 sore itu terasa berbeda. Di tengah riuhnya pertandingan Mahjong yang penuh semangat, ada aroma menggoda yang tiba-tiba mencuri perhatian banyak orang. Bukan dari kantin atau stan makanan biasa, tapi dari meja-meja sederhana di sisi arena yang dipenuhi alat masak, bahan segar, dan sekelompok siswa kelas XII-A1 yang sibuk menyiapkan sesuatu.

Kami bukan pemain Mahjong, tapi bagian dari sidequest acara ini, yaitu tim kecil yang ditugaskan menghadirkan cita rasa Tiongkok autentik sebagai pelengkap suasana turnamen. Setelah berdiskusi cukup lama, kami sepakat untuk menyajikan Cheung Fun dan Heng Hua Lor Mee. Alasannya sederhana, kami ingin menyuguhkan sesuatu yang tidak hanya enak, tapi juga punya cerita dan makna di baliknya.
Cheung Fun, dengan tekstur lembut dan rasa yang bisa dipadukan dengan berbagai saus, kami anggap sebagai simbol fleksibilitas, seperti kami yang harus bisa beradaptasi di tengah segala keterbatasan. Sedangkan Heng Hua Lor Mee, dengan kuah kental dan cita rasa laut yang hangat, menggambarkan kebersamaan dan kehangatan, sesuatu yang sangat terasa selama proses memasak ini berlangsung.

Persiapan kami jauh dari kata mudah. Meja-meja kecil di dekat arena Mahjong berubah jadi dapur dadakan. Ada yang sibuk mengukus Cheung Fun di atas kompor portabel, ada yang menata bahan-bahan segar, dan ada juga yang fokus pada plating agar hasil akhir tetap menarik. Tantangannya banyak, mulai dari angin yang membuat api kompor padam, ruang yang sempit, sampai waktu yang terbatas. Tapi semua itu justru bikin kami semakin kompak. Setiap kali ada yang kesulitan, yang lain langsung turun tangan membantu.
Bagian paling menyenangkan adalah saat akhirnya hidangan kami jadi. Cheung Fun yang lembut tersaji cantik dengan sambal bawang pedas gurih, sementara Heng Hua Lor Mee menebarkan aroma seafood yang menggoda. Rasanya seperti hasil kerja keras kami terbayar lunas begitu melihat para guru dan teman-teman menikmati makanan itu dengan wajah puas.

Momen ini bukan sekadar soal masak-memasak. Di balik wajan, uap panas, dan bumbu-bumbu, kami belajar tentang kerja sama, improvisasi, dan bagaimana menghadirkan sesuatu dengan sepenuh hati. Turnamen Mahjong hari itu mungkin berfokus pada permainan strategi, tapi bagi kami, yang paling berharga adalah pengalaman menciptakan kenangan manis lewat cita rasa dan kebersamaan.
No responses yet