Dokumentasi UPRAK Jason_XII-A1_11_Koordinator Properti dan Aktor Cina

Francesco Lugano: The Voice Behind the Curtain

Di dalam pagelaran uprak kali ini, saya berperan sebagai koordinator divisi properti yang berisikan sepuluh orang dari kelas XII-A1/11 dan menjadi aktor sebagai pedagang Cina. Dalam peran ini, saya mengemban tanggung jawab mengatur, ikut merangkai properti, dan membuat sistematika backstage atau proses keluar-masuknya properti serta tampil di dalam drama. Kelas saya mengangkat kisah hidup tokoh Francesco Lugano khususnya pada saat ia baru saja sampai dan melaksanakan misinya di Indonesia.

Pada gambar di atas, dapat dilihat salah satu jobdesk saya sebagai koor perkap yaitu membuat properti-properti yang diperlukan. Salah satu tantangan terbesar dalam proses ini adalah pembuatan kapal 3D. Mayoritas latar belakang kehidupan Lugano berada di pantai sehingga scriptwriter dan sutradara, yaitu Satrio, menghendaki adanya perahu dan kapal. Akan tetapi setelah beberapa kali brainstorming dan pertemuan, kapal tersebut berhasil dirangkai dan ditampilkan di drama.

Salah satu pengalaman paling berkesan pada drama ini adalah ketika saya harus membuat sistematika backstage yang cukup kompleks. Meskipun tim properti saya berisikan sepuluh orang, hanya separuh yang bisa saya pakai karena mayoritas kelas dipakai Satrio untuk menari dan bersandiwara dalam drama kami. Masalah ini juga dipersulit dengan banyaknya dan besarnya properti yang diinginkan oleh Satrio. Properti-properti ini mencakup dua perahu 3D, satu kapal fiberglass 3D, dan kapal 2D. Untuk mengatasi hal ini, saya menghabiskan waktu satu-dua hari untuk memikirkan dan mengira-ira bagaimana jalannya properti di bangsal. Akhirnya saya memutuskan untuk membagi properti-properti A1 menjadi kiri dan kanan serta menunjuk salah satu anggota saya yaitu Joken untuk menjadi PIC untuk bagian kiri dari backstage.

Tanpa disangka, pada saat gladi bersih, perpindahan properti tidak bisa sesuai konsep dan sistematika  yang telah direncanakan sebelumnya. Guru Acara dan juri menghendaki gladi yang cepat dan hanya menyediakan waktu perpindahan kelas yang sangat singkat kurang lebih 15-20 menit. Jujur, waktu ini tidak cukup dan membuat kami tergesa-gesa. Hal ini menyebabkan barang-barang yang sudah saya pisah dan atur sendiri tercampur, hingga ada yang sempat hilang. Kemudian, 5 menit awal di mana MC empat bahasa sedang bertugas dan sang  tokoh utama bermonolog, saya dan Joken lari-lari di backstage untuk mencari barang-barang yang seharusnya ada di masing-masing tempat kami. Untungnya, di waktu yang sangat singkat itu, kami dapat mencari semua barang-barang yang diperlukan dan keluar masuk properti pada saat gladi bersih dapat berjalan dengan lancar meskipun hectic.

Pada saat hari H, kelas A1 mendapat giliran pertama dan tampil pada pukul 8, sehingga kami mendapat banyak waktu untuk mempersiapkan backstage. Saya dan Joken tiba di sekolah pukul 5 dan mulai mempersiapkan properti jam 7. Puji Tuhan, pada saat penampilan berlangsung, sistematika keluar-masuk properti dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada kesalahan. Saya belajar bahwa menjadi koor atau pemimpin bukan hanya memastikan tidak ada kesalahan atau error pada saat hari h, tetapi bagaimana anda mengontrol emosi anda dan tetap berpikiran jernih serta tenang di tengah kekacauan. Seperti nahkoda kapal yang tetap tenang di tengah badai dan ganasnya ombak lautan yang mengguncang kapalnya. Saya sadar bahwa dengan tenang dan mengandalkan Tuhan, segala macam persoalan bisa dilewati. Bukan mengenai tidak ada kesalahan, tetapi bagaimana kita bisa evaluasi secara cepat dan tanggap untuk mengambil keputusan dan solusi yang tepat dan efektif.

Jason Matthew Lion

XII-A1/11

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Latest Comments