
Jika Tuhan Memanggil Siapakah Aku untuk Menolak?
Pada Ujian Praktek Umum kelas XII ini, saya berperan sebagai koordinator utama kelas XII-A1. Saya didampingi oleh Satrio sebagai sutradara dan Glenn sebagai wakilnya. Kami saling melengkapi dalam berbagai hal, seperti Satrio yang lebih berfokus pada drama dan lighting, Glenn pada skrip dan lagu, serta saya yang membantu lebih banyak pada properti dan mengatur kelas.
Foto di atas menunjukkan saya yang sedang membantu sie properti dalam pembuatan kapal besar. Sebelumnya saya juga banyak membantu mengerjakan properti-properti lain seperti kapal kecil, kapal 2d, bush, dll. Menurut saya, menjadi seorang pemimpin bukan berarti hanya memerintah dan memberikan tekanan, namun harus rela berkorban dan peduli dengan orang-orang sekitar. Dengan membantu membuat properti, saya berharap teman-teman dapat merasa terbantu dan lebih semangat mengerjakan properti.
Kendala terbesar yang saya hadapi adalah karena banyaknya properti yang harus dikerjakan dan saya juga tetap harus mengawasi dan membantu sie lain. Kelas saya menghabiskan banyak sekali waktu untuk membuat properti, hal tersebut membuat kami harus dapat mengatur waktu dengan lebih baik. Selain itu, sikap malas dan rasa kurang peduli beberapa orang juga menghambat proses latihan karena saya harus belajar untuk mengerti keinginan setiap orang dan tetap adil.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, saya mencoba berkomunikasi dengan teman-teman saya. Saya mencoba bertanya kepada tiap-tiap orang tentang progress pekerjaan mereka, serta kritik dan saran untuk meningkatkan efektivitas latihan. Saya juga belajar bahwa rasa pengertian dan peduli sangat penting untuk keberhasilan ujian praktek ini. Selain itu, kompromi dan pengorbanan setiap orang juga sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.
No responses yet